5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Guru dalam Proses Pembelajaran Jarak Jauh

Oleh Citra Dewy, Guru Geografi SMAN 1 Payakumbuh

Proses pembelajaran di masa darurat corona berlangsung sebagaimana yang diamanatkan oleh pemerintah yaitu proses belajar jarak jauh (daring). Guru mengajar dari rumah menggunakan bantuan media elektronik dan siswa belajar di rumah mereka masing-masing sesuai arahan guru. Hal ini sudah beberapa minggu berlangsung semenjak dikeluarkannya edaran dari pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah. Bahkan diperpanjang selama 2 minggu ke depan dan entah sampai kapan wabah ini memberikan dampak yang luar biasa bagi proses pembelajaran dan kehidupan masyarakat pada umumnya. Kita terus berdo’a dan berusaha agar wabah ini segera lenyap dari permukaan bumi, Aamiin.

Menyadari hal tersebut, pembelajaran jarak jauh menjadi tantangan tersendiri bagi guru khususnya guru-guru SMAN 1 Payakumbuh. Pembelajaran yang selama ini didominasi oleh tatap muka, sekarang harus dapat menyesuaikan diri dengan keadaan dimana guru dan siswa harus berhadapan secara tatap maya.

Proses pembelajaran dimasa darurat corona yang telah dilaksanakan oleh guru, tentu saja mempunyai corak yang beraneka ragam. Hal ini dipengaruhi oleh pemahaman guru tentang proses belajar mengajar secara daring dan kemampuan yang dimiliki guru dalam menggunakan beberapa aplikasi pembelajaran online. Salah satu dampak positif bagi guru adalah memotivasi guru dalam mempelajari penggunaan beberapa aplikasi online yang sesuai.

Namun dalam implementasinya masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan oleh guru. Pembelajaran dalam jaringan atau jarak jauh tidaklah sama dengan pembelajaran tatap muka, baik ditinjau dari segi waktu maupun metode yang digunakan. Sehingga dalam beberapa minggu pelaksanaan pembelajaran dari rumah ini, perlu dievaluasi dan menjadi bahan pertimbangan oleh guru terhadap beban belajar siswa. Sehingga harapan siswa terhadap pembelajaran yang menyenangkan tetap ada walaupun belajarnya jarak jauh.

Berikut 5 hal yang perlu diperhatikan guru dalam proses belajar jarak jauh (daring), yaitu;

1. Keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki siswa, tidak semua siswa memiliki hp android atau laptop yang menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran daring. Dan tidak semua siswa mampu membeli kuota internet agar dapat berkomunikasi. Beberapa daerah di tempat tinggal siswa juga seringkali memiliki sinyal internet yang kurang baik. Semua kendala tersebut menjadi pertimbangan bagi guru dalam menyikapi metode dan cara yang tepat agar semua siswa terlayani dengan baik;

2. Keseimbangan antara proses bimbingan dan pemberian tugas, guru hendaknya memperhatikan psikologis belajar siswa dimasa darurat corona ini. Proses pembimbingan terhadap beberapa materi yang sulit perlu diberikan secara intensif oleh guru, bisa melalui tanya jawab atau pemberian informasi secara detil. Pemberian tugas diberikan jika diperlukan untuk memudahkan siswa dalam mendalami materi tertentu dan menambah kreatifitas siswa. Hal ini sangat penting diperhatikan agar jangan sampai semua guru mata pelajaran setiap harinya membarikan tugas, tentu ini akan sangat membebani siswa;

3. Pemilihan metode belajar dan aplikasi daring yang efektif, belajar menyenangkan tetap menjadi opsi yang paling penting. Guru hendaknya memahami betul metode belajar yang disukai oleh siswa. Guru dapat memilih dari sekian banyak aplikasi belajar online yang ada, ada media online yang biasa digunakan seperti Whatsapp, telegram, line, atau aplikasi online lainnya seperti Quipper School, Kahoot, Google Classroom, Rumah Belajar, dll. Namun yang terpenting aplikasi yang digunakan tersebut hendaknya dikuasai dan dirancang guru dengan baik. Sehingga kesiapan proses belajar secara daring menjadi efektif dan menyenangkan;

4. Jumlah jam belajar atau beban belajar setiap hari, hendaknya jumlah jam pelajaran secara daring ini tidak sama dengan jumlah jam belajar pada keadaan normal. Proses belajar daring membuat guru dan siswa akan lebih banyak berinteraksi dengan media elektronik. Jika hal ini berlangsung setiap hari dalam jumlah jam yang lama maka siswa akan merasa jenuh dan dapat memberikan efek samping terhadap kesehatan mata dan badan. Untuk itu sekolah perlu mempertimbangkan jumlah jam belajar setiap harinya agar dikurangi secara proporsional;

5. Guru menyusun rancangan pembelajaran secara daring, walaupun sebenarnya guru sudah membuat rancangan pembelajaran sebelumnya, namun masa isolasi dirumah ini proses pembelajaran jarak jauh perlu disusun kembali. Perencanaan guru yang matang akan mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar sehingga hasilnya dapat terukur dengan baik. Guru paham betul kapan waktunya memberikan bimbingan, penugasan, latihan, evaluasi, dan memeriksa pekerjaan siswa serta pemberian reward atau sanksi. Sehingga semua siswa merasa dilayani dengan baik dan guru memperoleh kepuasan yang tak ternilai.

Pembelajaran secara online yang dilaksanakan oleh guru dan siswa begitu mendadak karena kejadian yang luar biasa ini (pandemi Covid -19). Pelaksanaannya tentu belum maksimal, namun sambil berjalannya waktu guru pun terus belajar dan telah berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada siswa sesuai kemampuan yang diniliki guru. Semangat dan sukses untuk guru-guru SMAN 1 Payakumbuh dan siswa/i seluruhnya. Semoga kita diberikan kesehatan kemampuan dan dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, serta terhindar dari wabah virus corona. Aamiin